Meteorologi Minangkabau ( BMKG ) Ingatkan Agar masyarakat sumbar Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

- Penulis

Selasa, 14 Mei 2024 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ilustrasi

foto ilustrasi

Metropos.co – Padang | Meteorologi Minangkabau ( BMKG ) Ingatkan Agar masyarakat sumbar Tingkatkan Kewaspadaan Bencana. Cuaca Sumatera barat selama beberapa pekan terakhir alami curah hujan cukup tinggi  disertai angin yang mengakibatkan bencana dibeberapa wilayah, padang 14 mai 2024.

Sejumlah jalan utama longsor dan terban akibat curah hujan yang sangat tinggi. Tercatat dari wilayah limapuluh kota jalan menuju Pekan Baru, jalan Lembah Anai, akses dari dan kabupaten Solok dan Solok Selatan ruas jalan Surian kecamatan Pantai Cermin termasuk jalur sitinjau rawan longsor dan kerap makan korban jiwa.

Kepala stasiun  Meteorologi Minangkabau BMKG  Desrinda Deddy Kurniawan ketika dihubungi via telepon oleh media ini mengatakan , wilayah Sumatera Barat bulan juni masuk musim kemarau, sedang dibulan mei ( sekarang ini ) berada dimasa peralihan  atau dikenal pancaroba yang atmospherenya sangat dinamis, terkadang siangnya panas sore diselimuti awan konvektif bahkan hujan lebat. Prediksi  BMKG  sepekan kedepan wilayah sumbar masih dalam musim hujan sedang dan hujan lebat.

Terkhusus untuk wilayah marapi yang erupsi materialnya terus menerus disekitaran lereng dan puncak walaupun tidak banyak tapi karena menumpuk , hujan sedikit saja sudah bisa mengakibatkan galodo kesungai sungai yang hulunya merapi. Ketika hujan turun usahakan jangan hanya berdiam dirumah, sesekali pantau keluar untuk melihat apakah ada bencana atau tidak.

Bulan juni 2024 puncak bencana Sumatera Barat

Terkait beredar info bahwa wilayah sumatera barat dibulan Juni adalah puncak bencana, Desrinda Deddy kurniawan mengatakan bahwa wilayah Sumatera Barat ini cukup unik dan spesial dibagian barat daerah Pasaman dan pesisir selatan pola iklimnya non zoom artinya tidak mengenal musim hujan dan kemarau, walau musim kemarau tetap ada hujan.

Baca Juga:  Polri Bongkar Jaringan Clandestine Lab Narkoba Senilai Rp 1,5 Triliun di Bali

Wilayah sumatera barat bagian timur dan tengah  seperti daerah limapuluh kota dan darmasraya masih  ada pola zoom yang bisa terlihat adanya perbedaan musim hujan dan kemarau.

” Kalau bulan juni dikatakan puncak bencana, malah dibulan tersebut sebagian besar wilayah Sumatera Barat masuk di musim kemarau. Untuk menentukan musim kemarau atau  hujan kami punya skala, ketika curah hujan  kurang dari 150 mm maka bisa disebut musim kemarau, tetapi sekarang malah diatas 150 mm jauh melebihi angka tersebut ” papar Desrinda Deddy Kurniawan Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau BMKG.

Bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai, lereng perbukitan dan pegunungan agar selalu waspada terhadap cuaca, jika hujan berlangsung lebih dari satu jam, waspadai potensi bencana.

Lebih dalam lagi Desrinda mengatakan bahwa BMKG sudah meluncurkan aplikasi ” Info BMKG ” yang bisa didownload  secara gratis.  Diaplikasi tersebut bisa update info peringatan dini potensi hujan, petir, hujan lebat dan sedang, bahkan untuk info bencana  sampai ketingkat level kecamatan. Secara otomatis aplikasi tersebut akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna gadget.

zulnafrizen

Follow WhatsApp Channel metropos.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ABRASI SEMAKIN MENGANCAM DESA TANAH MERAH, KECAMATAN RANGSANG PESISIR: SERUAN KERAS KEPADA PEMERINTAH AGAR SEGERA TINDAKAN NYATA
Manajemen Pihak Perusahaan PT. National Sago Prima resmi di laporkan Dugaan Penghapusan Data Dokumentasi Penelitian
Tiang Listrik Miring dan Nyaris Tumbang di Selatpanjang Selatan, Warga Khawatir Keselamatan Terancam
Penanaman Jagung Pipil Berlanjut, Polsek Rangsang Perkuat Dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Terjadinya Deforestasi Mangrove di Wilayah Kepulauan Meranti, HMI Meranti : KPH Tebing Tinggi Diduga Melakukan Pembiaran.
Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Dorong Pelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Kerusakan Mangrove di Meranti, Mohd Ilham Pertanyakan Kinerja KPH Tebing Tinggi
Panglong Arang di Tutup, DPRD Kemana ?
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:07 WIB

ABRASI SEMAKIN MENGANCAM DESA TANAH MERAH, KECAMATAN RANGSANG PESISIR: SERUAN KERAS KEPADA PEMERINTAH AGAR SEGERA TINDAKAN NYATA

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:02 WIB

Manajemen Pihak Perusahaan PT. National Sago Prima resmi di laporkan Dugaan Penghapusan Data Dokumentasi Penelitian

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tiang Listrik Miring dan Nyaris Tumbang di Selatpanjang Selatan, Warga Khawatir Keselamatan Terancam

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:09 WIB

Penanaman Jagung Pipil Berlanjut, Polsek Rangsang Perkuat Dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:40 WIB

Terjadinya Deforestasi Mangrove di Wilayah Kepulauan Meranti, HMI Meranti : KPH Tebing Tinggi Diduga Melakukan Pembiaran.

Berita Terbaru