METROPOS – MERANTI – Sebuah tiang listrik yang berada di kawasan Kuburan Cina, Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kabupaten Kepulauan Meranti, dilaporkan mengalami kemiringan dan nyaris tumbang. Kondisi tersebut diduga akibat terkikisnya tanah di sekitar pondasi tiang karena pengaruh air pasang yang kerap menggenangi area tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian bawah tiang terlihat mengalami korosi atau karat yang cukup parah. Selain itu, posisi tiang yang berada di tepi parit membuat struktur penyangga semakin rentan terhadap pergeseran tanah. Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, area sekitar tiang telah dipasang garis pengaman.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat, mengingat tiang tersebut menopang jaringan kelistrikan yang melayani kawasan permukiman warga. Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Sejumlah warga berharap pihak PLN segera melakukan pemeriksaan teknis serta mengambil langkah perbaikan atau penggantian tiang guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun gangguan listrik.
“Kami khawatir takut terjadi angin kencang atau tanah menjadi terkikis akibat air pasang naik , tiang ini bisa roboh dan membahayakan warga yang melintas,” ujar salah seorang warga setempat.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, pihak PLN menyampaikan bahwa informasi tersebut akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan tim teknik untuk mengetahui apakah sudah terdapat rencana perbaikan atau belum.
“Waalaikumsalam. Coba saya koordinasikan dulu dengan teman-teman teknik, apakah sudah ada rencana perbaikan atau belum. Nanti saya informasikan kembali,” ujar Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selatpanjang.
Masyarakat meminta agar penanganan dilakukan secepatnya mengingat kondisi tiang yang dinilai sudah cukup mengkhawatirkan. Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak PLN terkait untuk memastikan penyebab kemiringan tiang listrik demi keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar.














