Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Dorong Pelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selatpanjang – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Ormas GRIB Jaya Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, serta KOPGRABKT Jaya Meranti melaksanakan kegiatan penghijauan (reboisasi) mangrove, pengelolaan hutan kebun tani berkelanjutan, serta bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Sungai Niur, Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (10/5/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan itu dilakukan penanaman puluhan ribu bibit mangrove dan pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat setempat.

Aksi sosial dan lingkungan tersebut mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, menyampaikan apresiasinya melalui sambungan WhatsApp saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, pemerintah daerah mendukung setiap langkah dan kebersamaan masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah, khususnya terkait pengelolaan mangrove dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pada dasarnya Pemda terus berupaya mewujudkan Kepulauan Meranti yang sejahtera sesuai visi dan misi yang telah disepakati. Karena itu, setiap upaya masyarakat yang membantu mewujudkan hal tersebut tentu perlu diapresiasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan pengelolaan mangrove oleh masyarakat merupakan bagian dari upaya mencari sumber penghidupan, meskipun di sisi lain terdapat aturan kehutanan yang harus diperhatikan. Menurutnya, kewenangan sektor kehutanan saat ini berada di pemerintah provinsi dan pusat, sehingga pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam pengambilan kebijakan.

Sekda juga menilai prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban yang disampaikan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut sangat relevan untuk menjadi dasar mencari solusi bersama. Ia berharap adanya sinergi antara pihak kehutanan, pengusaha panglong arang, perwakilan pekerja, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah guna membangun kesamaan persepsi serta mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Ketua GRIB Jaya Kepulauan Meranti, Jami’an, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian hutan mangrove demi keberlangsungan generasi mendatang, sekaligus bentuk perhatian kepada masyarakat yang menggantungkan hidup dari pemanfaatan hasil hutan mangrove.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Riau Pastikan Kesiapan Jalur Menuju Pacu Jalur di Tepian Narosa

Menurutnya, upaya konservasi harus berjalan seiring dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijaksana menyikapi persoalan penutupan panglong arang sementara waktu, mengingat adanya aspek hukum, konservasi, dan keselamatan lingkungan yang perlu dipertimbangkan. Di sisi lain, masyarakat di wilayah pesisir dan pulau terluar seperti Kepulauan Meranti juga membutuhkan lapangan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LM2R, Jefrizal, menyampaikan bahwa persoalan pemanfaatan hutan mangrove hingga saat ini masih menjadi dilema akibat regulasi dan berbagai persoalan hukum yang muncul dalam proses produksi arang bakau.

Menurutnya, konsep perhutanan sosial dapat menjadi solusi agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan hasil hutan secara bijak, disiplin, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bernegara, sejalan dengan tema kegiatan, “Hijaukan Meranti dan Sejahterakan Rakyatnya”.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, Asnawi Nazar, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki kelompok perhutanan sosial dan berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove guna membangun ekonomi kerakyatan.

Perwakilan KOPGRABKT Jaya Meranti, R. Antoni, yang juga mewakili buruh bongkar muat, berharap adanya solusi cepat terhadap persoalan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Hal senada disampaikan Arman Saputra. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat HUT ke-15 GRIB Jaya Indonesia serta berharap organisasi tersebut terus hadir mendukung program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang kepada masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan fungsi hutan sosial dengan tetap mempertimbangkan aspek hukum, produksi, lingkungan, dan studi kelayakan, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan secara legal, bernilai ekonomis, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel metropos.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerusakan Mangrove di Meranti, Mohd Ilham Pertanyakan Kinerja KPH Tebing Tinggi
Panglong Arang di Tutup, DPRD Kemana ?
Polres Kepulauan Meranti Gagalkan Peredaran 27 Kg Sabu Jaringan Internasional, Dua Kurir Ditangkap di Perairan Selat Akar
PB HMI MPO KELUARKAN SK MUSDA ULANG, MOHD ILHAM : PRESEDEN BURUK SEPANJANG SEJARAH PENGURUS PB HMI MPO
Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Di Duga Tidak Mengantongi Izin Yang Lengkap, Mohd Ilham : Kami Minta APH Tindak Tegas Galangan Kapal Milik Asiong Dan Aseng.
Berjung Kekerasan Polsek Tebing Tinggi Respon Cepat Amankan Pelaku KDRT 
Ketiadaan Papan Plang di lokasi Galangan Kapal, Kuat dugaan Ketidaklengakapan Legalitas.
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:50 WIB

Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Dorong Pelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kerusakan Mangrove di Meranti, Mohd Ilham Pertanyakan Kinerja KPH Tebing Tinggi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:23 WIB

Panglong Arang di Tutup, DPRD Kemana ?

Selasa, 28 April 2026 - 08:55 WIB

Polres Kepulauan Meranti Gagalkan Peredaran 27 Kg Sabu Jaringan Internasional, Dua Kurir Ditangkap di Perairan Selat Akar

Minggu, 26 April 2026 - 13:23 WIB

PB HMI MPO KELUARKAN SK MUSDA ULANG, MOHD ILHAM : PRESEDEN BURUK SEPANJANG SEJARAH PENGURUS PB HMI MPO

Berita Terbaru

Berita

Panglong Arang di Tutup, DPRD Kemana ?

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:23 WIB