Menu

Mode Gelap
Dokumen Investasi PT Energi SPRH Viral di Media Sosial, Perusahaan Beri Tanggapan Direktur PT Energi SPRH Resmi Laporkan PT Miderpa ke Polda Riau Terkait Investasi Rp6,3 Miliar Terima Mandat, Persatuan Hijau Riau Rokan Hilir (PeHR-Rohil) Siap Mensukseskan Green policing dan mendukung Kapolda Riau Memberantas Narkoba Di Rokan Hilir Polres Kepulauan Meranti Gagalkan Peredaran 27 Kg Sabu Jaringan Internasional, Dua Kurir Ditangkap di Perairan Selat Akar PB HMI MPO KELUARKAN SK MUSDA ULANG, MOHD ILHAM : PRESEDEN BURUK SEPANJANG SEJARAH PENGURUS PB HMI MPO Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram

Sumatera Barat

Pemkab Solok Laksanakan Rakor Percepat Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih

badge-check

Pemkab Solok Laksanakan Rakor Percepat Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih

Metropos.Co_Arosuka Solok..lll..Pemerintah Kabupaten Solok terus memantapkan langkah dalam pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh nagari. Upaya ini menjadi bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa, melalui pengelolaan usaha berbasis koperasi. Pembahasan terkait perkembangan KDMP itu digelar dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Setda Arosuka, Rabu (12/11/2025).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, dan dihadiri oleh Asisten II Jefrizal, para kepala OPD terkait, Kabag Perekonomian, para camat, serta sejumlah undangan lainnya.

Sekda Medison menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberhasilan program nasional ini.
“Pemerintah Kabupaten Solok wajib mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. Setiap daerah akan dievaluasi secara berkala oleh pemerintah pusat, sehingga kita tidak boleh lepas tangan,” ujar Medison.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berperan dalam fasilitasi pembentukan kelembagaan, peningkatan kapasitas koperasi, serta pelaporan perkembangan kegiatan secara berkala setiap 15 hari. Selain itu, Pemkab Solok juga diminta mengidentifikasi lokasi lahan yang akan dijadikan gerai KDMP.

Menurut Medison, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 3.000 gerai KDMP di seluruh Indonesia hingga akhir 2025. Untuk itu, Kabupaten Solok diminta aktif mengusulkan lokasi yang merata di wilayah Selatan, Tengah, dan Utara, dengan batas waktu pengusulan hingga 15 November 2025.

“Presiden menargetkan hingga akhir Desember 2025 sudah terbangun 200 gerai di seluruh Indonesia. Para camat diminta segera membentuk Satgas KDMP Kecamatan dengan melibatkan unsur Danramil dan Babinsa,” ujarnya.

Kabupaten Solok memiliki 74 nagari yang tersebar di 14 kecamatan, dan seluruhnya telah membentuk satu Koperasi Desa Merah Putih melalui musyawarah nagari antara 21 April hingga 9 Mei 2025. Berkat percepatan itu, Kabupaten Solok memperoleh penghargaan sebagai daerah tercepat dalam pembentukan KDMP di Sumatera Barat, sekaligus menjadi daerah pertama yang seluruh koperasinya telah mendapatkan badan hukum pada 3 Juni 2025.

Dari sisi permodalan, KDMP di Kabupaten Solok akan mengandalkan sumber dana yang beragam, seperti Dana Desa, APBN/APBD, Himbara (bank milik negara), CSR BUMN, hibah, dan modal sendiri. Pemerintah daerah kini menunggu regulasi agar dana tersebut dapat segera digunakan untuk studi kelayakan dan operasional koperasi.

Setiap koperasi juga telah memiliki kantor operasional yang ditempatkan di gedung milik nagari, sebagai langkah awal untuk memastikan operasional koperasi berjalan tertib dan terorganisasi. Pengembangan Usaha dan Tantangan. Ke depan, KDMP di Kabupaten Solok tidak hanya akan mengelola enam jenis usaha nasional yang telah ditetapkan pemerintah, tetapi juga akan mengembangkan usaha sesuai potensi lokal nagari.

Beberapa di antaranya mencakup pembuatan kompos dan pupuk organik, pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, usaha perikanan, produksi air mineral, serta pengolahan hasil hutan non-kayu. Pada fase kedua (Fase II), fokus diarahkan pada penguatan operasional koperasi. Setiap KDMP berpeluang memperoleh pinjaman hingga Rp.3 miliar dengan bunga 6 persen per tahun, ditopang oleh Dana Desa untuk membantu pengembalian pinjaman.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti belum seluruh koperasi memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun Simkopdes, serta kemampuan manajerial pengurus yang masih terbatas. Untuk itu, diperlukan pelatihan teknis bagi pengurus agar koperasi dapat beroperasi secara efektif.

Sekda Medison optimistis, keberadaan KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi nagari, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan program nasional lainnya. “Jika KDMP berjalan sukses, maka kegiatan MBG dapat berkolaborasi dalam pelaksanaannya. Tujuannya satu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok,” pungkas Medison..(asya)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tim Terpadu Polres Solok Kota Sumatra Barat Gencarkan Penindakan Penambang Emas Ilegal di Nagari Sibarambang

13 April 2026 - 06:42 WIB

Ketua Pemuda Supayang  Berikan Bantuan Daging Sapi Bagi 1000 Lebih KK di Nagari Supayang

18 Maret 2026 - 17:26 WIB

Memaknai Hari Pers Nasional 2026, Perkuat Peran Pers Sebagai Pilar Rasionalitas Publik

5 Februari 2026 - 18:17 WIB

Seterilkan Kamtibmas di Nagari, Polsek Hiliran Gumanti Gelar Himbauan Kamtibmas

5 Februari 2026 - 11:25 WIB

Polres Solok Sumbar Gencarkan Giat Ramp Check Dalam Rangka Ops Keselamatan Singggalang 2026

5 Februari 2026 - 11:15 WIB

Trending di Sumatera Barat